Cinderella

Farahe lg stress nih, bikin cerita aja yaa, ceritanya fiktif kok,lsg tamat, jgn ada yg tersinggungyaa, maaf klo maksa.

Dahulu kala, hiduplah seorang anak tiri yg bernama Puti. Ia tinggal bersama ibu tirinya , Merry dan kedua kakak tirinya Ajeng dan Farah yg suka menyiksanya.

Di suatu pagi yg cerah ketika Puti sedang mengepel

“Putiiii..cepet setrika baju gue” perintah Farah

‘Baju gue jg sama baju mama klo nggak gue banjur lu!” tambah Ajeng

“Iya kak, tapi Puti ngepel dulu ya”

“Jgn ngocol lu ya gue bilang sekarang ya sekarang cepeeet mau gue tonjok lu”

“Ampun kak, iya Puti setrika”

Kedua kakak tiri Puti dan ibunya akan pergi ke pesta dansa nanti malam yg diadakan pangeran Riza utk mencari calon istri setelah ia ditinggal pergi pacarnya Olga yg lebih memilih bersama Nashir yg tidak lain adalah anak buah Merry.

Malamnya

“Puti, kita mau ke pesta dansa, kamu jaga rumah awas klo keluyuran saya gampar kamu!”

“Anu ma, boleh ga Puti ikut?”

“Ya nggaklah lu mau pake baju apa? Baju lusuh kayak gitu ?malu-maluin aja” hardik Farah.

“Ma, kita pergi naik apa?” Tanya Ajeng

“Nebeng tetangga sebelah aja, udah yuk kita pergi”

Tinggalah Puti sendiri dirumah melanjutkan pekerjaannya.

“Coba aku bisa ikut” Puti merenungi nasibnya sedih

TRIIING

Sebuah cahaya keemasan menyilaukan mata Puti, dan setelah Puti membuka kedua matanya ia melihat seorang peri bermuka bayi sehat ada dihadapannya.

“Selamat malam Puti, namaku Icha aku peri yg akan mengabulkan permintaanmu pergi ke pesta dansa karena kamu adalah anak yg sangaat baik”

“Tapi aku nggak punya gaun dan kendaraan utk pergi”

“Klo kamu punya, ngapain juga aku ada disini”

Simsalabim

Tiba-tiba sebuah gaun plg indah dan kelihatannya sgt mahal terpakai di badan Puti.

Simsalabim

Kali ini sebuah sepatu kaca plg cantik terpakai di kedua kaki Puti.

“Nah utk kendaraanmu, apa yg bisa disulapya?”

“Apa yg bisa disulap?” Puti heran.

“Iya td aku memberimu gaun dan sepatu utk menukar baju dan sandal yg kau pakai. Skrg aku nyari buat kendaraanmu, kamu punya hewan peliharaan?”

“Punya” Puti masuk ke kamar utk mengambilnya.

Tak lama kemudian ia kembali dgn membawa 3 ekor binatang mirip siput di genggamannya.

“Iyuuh, binatang apa itu?”

“Kelomang, lucu kan

“Lucu, babelu lucu, cantik-cantik kok melihara ginian sih? Udah taro dibawah tu biar aku sulap jd kuda” perintah Icha.

Rafi, Wendy,Karel, skrg kamu bakal jd kuda, baik-baik ya” kata Puti

Icha heran melihatnya, kelomang aja pake dinamain.

Simsalabim

Lalu kelomang-kelomang itu berubah jd kuda.

“Loh kok si Karel jd kuda poni sih?” Puti heran

“Soalnya ukuran dia plg kecil, ya udahlah yg penting kuda” Icha menjawab santai

simsalabim

Lalu muncul kusir cina bernama Rino.

"Dia jauh-jauh aku datengin dr cina lo!" Icha bangga.

“Skrg cari labunya, punya labu g?” Tanya Icha

“Ga uda diabisin kakak tiriku”

TOK TOK TOK

“Aaahh siapa sih?”

“Misi neng, mau nanya pembagian sembako dimana ya?” Tanya org itu kpd Puti

“Kayaknya dia cocok jd labu” bisik Icha kpd Puti melihat postur tubuh org tsb yg diketahui namanya Dhika sgt mirip labu.

“Ooh iya, mari pak masuk” kata Puti licik.

Simsalabim dan Dhika pun berubah jd labu

Puti pun berangkat

“Jgn lupa kamu harus plg sebelum jam 12 malam”

“Oke, peri Icha tolong jaga rumah ya sekalian dibersihin!” kata Puti

‘Sialan uda bagus ditolong’ Icha mengumpat

Perjalanan mereka berkelok-kelok, kusirnya kurang lihai mengendarai kuda.

CKIIT

"Loh pak kenapa?" tanya Puti shock karena keretanya ngesot

"Aduh maaf ya non, penglihatan saya kurang bagus diwaktu malam" Rino beralasan dgn menambahkan waktu malam.

Di istana

“Loh Jeng, itu pangerannya?” Tanya Farah

“Iya, ini sih bukan tipe kita ya Far, yaudahlah kita ngecengin yg lain aja” mereka kecewa karena Pangeran Riza bukan tipe mereka.

Sesampai di istana Puti menjadi sorotan karena kecantikannya, dilihatnya ibu tirinya sdg bergosip bersama Rizka, dasar tante-tante.

Lalu ia diajak berdansa bersama pangeran hingga hampir jam 12. Ia tersadar dan buru-buru meninggalkan istana sehingga sepatu kacanya tertinggal dan ia nyeker.

Esoknya pengawal-pengawal kepercayaan pangeran ditugaskan berkunjung ke setiap rumah utk mencari gadis yg berdansa dgnnya td malam dgn mencocokkan kakinya dgn sepatu kaca. Lalu mereka sampai dirumah Puti.

Farah dan Ajeng juga mencoba memakai sepatu itu

“Wah ini sih kebesaran kaki kamu kecil bgt, ukurannya berapa?” Tanya pengawal Reza

“35, makanya aku suka susah nyari sepatu yg ukurannya pas, biasanya yg paling kecil ukuran 36 sih” Farah curhat.

“Oooh, itu mah gampang di toko spatu saya ukurannya lengkap kok” Reza berpromosi.

“Yaah, klo yg ini kekecilan, kaki kamu kelebaran” kata pengawal Nadira kepada Ajeng.

“Anu saya boleh ikut nyoba ga?” Tanya Puti melas.

“Iiih lucunya, boleh kok” Nadira gemas melihat keimutan Puti.

“Waah pas, ayo kita bawa dia keistana” kata Reza.

Ajeng dan Farah bengong melihatnya.

Sesampai di istana Puti lsg disambut, dan diperkenalkan dgn keluarga pangeran. Org tua pangeran Raja Salam dan Ratu Retha senang melihat calon menantunya.

“Iiiih, lucu bgt siapa ni kak? pelayan baru kita ya?” Tanya Manda, adik pangeran.

“Bukan” pangeran menjelaskan semuanya kepada Manda.

“Oooh kakak iparnya Manda ya? Sini kita main kuda-kudaan dulu, kamu jd kudanya ya”

Puti hampir pingsan ngedengernya.

“Sape tu Za? Kok ortopedi gitu sih?” Tanya Pare sahabat pangeran.

“Eh lu ga usah sok tinggi deh, tinggian gue jg daripada lu” bela Della kakak pangeran yg dikenal suka membela kaum yg lemah.

Dan terjadilah tauran diantara mereka yg diakhiri dgn dilarikannya Pare ke rumah sakit.

Dan Puti pun hidup bahagia selama-lamanya.


Ada yg blom kesebut g?

14 comments:

Puti Audia said...

kocak sumpah ahaha ajengnya kaka tiri preman gt mainannya ngebanjur

ajengsekarayu said...

haha yoi far pangerannya begitu mah buat puti aja ya ambeeel haha

farahel said...

haha iyalah, tapi yg masih gue bingung gmn nasib dhika setelah jd labu?!

ajengsekarayu said...

yaa elah kan labunya udah dibuat kolak pas yang pesta ituu

Rizka Maharani said...

gue tukang gosip amat yaa ahaha

Puti Audia said...

jadi dhika jadi kolak gitu? kasian amaaat

ajengsekarayu said...

eh iya far gue liat di blognya puti kata lo mau buat preman salju apaan tuh, awas lu kalo buat z

farahel said...
This comment has been removed by the author.
farahel said...

auw, takut gue ama ajeng

Puti Audia said...

buat aja faaaar, jangan takut sama ajeng jahaha

AISHANURA said...

gw blom bc tapi kyanya seruuu!!!!
met lebaran!!!
maaf lahir bathhhin

Anonymous said...

gw kok dikit amat ya.. kasian..
Eh Choy gw mau mati ketawa pas bagian dhika..
bikin lagheee dunk!! apa kek cerita tradisional.. (request)
JUALAN : NASIR BABAK BELUR, HAH DIMANA? YA DIBLOG GW LA..

farahel said...

okok mee, gua lagi bikin cerita preman salju adaptasi snow white klo cerita tradisional akan menyusul. bikin lg almighty meee makin seru

Kasabandiah said...

ahirnya gue bisa buka blog lu juga far. NGAKAK gua bacanya hahahahah